Pembelajaran Coding dan AI kelas 8 untuk SMP Labschool Jakarta 

Oleh: Raden Roro Hendriastuti Petriquina

Pendahuluan: Sebuah Revolusi Pendidikan yang Berakar di Labschool Jakarta

Di tengah gempuran era digital, ketika kecerdasan buatan dan teknologi informasi semakin menyatu dalam kehidupan manusia, sistem pendidikan di Indonesia ditantang untuk beradaptasi atau tertinggal. Dalam lanskap ini, SMP Labschool Jakarta tampil sebagai pionir, tidak sekadar mengikuti arus zaman, tetapi menjadi penggerak utama gelombang perubahan. Sekolah ini tidak hanya menjadi institusi akademik, tetapi juga simbol nasional tentang bagaimana masa depan pendidikan seharusnya dibentuk—berbasis teknologi, inovatif, dan tetap berakar pada nilai kemanusiaan.

Sejak awal tahun ajaran 2025, siswa kelas 8 SMP Labschool Jakarta telah terlibat dalam pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) secara terstruktur dan menyeluruh. Apa yang dilakukan Labschool bukanlah kegiatan ekstrakurikuler atau program tambahan belaka, melainkan integrasi kurikulum yang menyentuh langsung ke dalam kegiatan belajar sehari-hari. Siswa belajar mengenal bahasa pemrograman, membangun logika komputasional, dan menciptakan solusi digital yang berdaya guna. Mulai dari membuat chatbot sederhana hingga merancang sistem deteksi wajah berbasis AI, semua menjadi bagian dari keseharian mereka di kelas. Mereka tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta teknologi.

Labschool Jakarta percaya bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan membaca dan berhitung. Di abad ke-21 ini, literasi digital dan pemikiran komputasional adalah syarat mutlak untuk menghadapi tantangan masa depan. Maka, dari ruang-ruang kelas yang bersih dan interaktif, hingga laboratorium coding yang modern dan terhubung ke internet, Labschool menciptakan suasana belajar yang membangun rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan kolaborasi antarsiswa. Di sini, kesalahan bukan hal yang ditakuti, melainkan bagian dari proses belajar yang alami dan konstruktif.

Kepemimpinan visioner Kepala Sekolah Dr. Yati Suwartini, M.Pd, menjadi salah satu kunci kesuksesan inisiatif ini. Beliau tidak hanya memberi izin, tetapi juga menjadi penggerak yang membakar semangat seluruh guru dan siswa. Dengan pendekatan project-based learning dan dukungan teknologi pembelajaran mutakhir, sekolah ini berhasil menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Labschool Jakarta membuktikan bahwa dengan kemauan, strategi, dan ketekunan, transformasi pendidikan digital bukan mimpi kosong—melainkan kenyataan yang sedang tumbuh subur di tengah Ibu Kota.

Transformasi Pendidikan Dimulai dari Labschool Jakarta

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, SMP Labschool Jakarta muncul bukan sekadar sebagai sekolah, tapi sebagai mercusuar peradaban baru dalam pendidikan Indonesia. Terletak di kawasan akademik UNJ Rawamangun, sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan abad ke-21 harus mengakar pada literasi digital—khususnya coding dan kecerdasan buatan (AI). Dan di sinilah revolusi itu dimulai: Kelas 8 menjadi pusat eksperimen pendidikan masa depan.

Labschool Jakarta tidak main-main. Di ruang laboratorium yang dirancang khusus, siswa-siswi kelas 8 mendalami logika pemrograman sejak awal semester. Mereka diperkenalkan pada Scratch untuk visualisasi algoritma, lalu beralih ke Python—bahasa pemrograman profesional yang biasa digunakan oleh insinyur data dan ilmuwan komputer. Tapi bukan cuma koding yang diajarkan. Mereka juga langsung membuat AI sederhana seperti chatbot pendidikan dan sistem deteksi ekspresi wajah menggunakan perangkat lunak berbasis machine learning.

Setiap sesi pembelajaran coding dan AI dipandu oleh guru-guru berpengalaman yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memiliki semangat tinggi dalam membimbing siswa. Bahkan beberapa dari mereka memiliki sertifikasi internasional dalam bidang teknologi pendidikan. Setiap anak memiliki akun pembelajaran daring untuk mengerjakan proyek, mengakses sumber belajar, dan membangun portofolio digital sejak dini.

Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia

Pada Selasa, 17 Juni 2025, sekolah ini mendapat kehormatan luar biasa: Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Gibran Rakabuming Raka, hadir langsung di SMP Labschool Jakarta. Kunjungan beliau bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan bahwa negara menaruh perhatian serius pada transformasi pendidikan digital.

Dalam kunjungannya yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB, Wapres Gibran disambut antusias oleh siswa, guru, dan kepala sekolah. Beliau mengunjungi laboratorium coding dan AI, menyaksikan langsung demo program karya siswa, termasuk sebuah proyek AI pengenal ekspresi wajah buatan Aisyah dari kelas VIII.

Wapres Gibran tak bisa menyembunyikan kekagumannya:

"Hebat kamu ya. Dulu saya SMP belum bisa kayak gini."

"Anak-anak boleh pakai AI, tapi harus kritis dan etis."

"AI jangan dipakai untuk shortcut langsung cari jawaban."

"Anak-anak harus jadi produsen teknologi, bukan cuma konsumen."

Pujian dari Wapres Gibran tak berhenti di situ. Beliau menyebut SMP Labschool Jakarta sebagai model sekolah masa depan, dan berobsesi agar semangat seperti ini direplikasi ke seluruh pelosok negeri. Kunjungan beliau menjadi momen sejarah pendidikan nasional yang membanggakan.

Komentar Tokoh-Tokoh Pendidikan

Omjay (Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd) – Guru Blogger Indonesia


"Coding bukan hanya mengetik di depan komputer. Di Labschool Jakarta, coding adalah seni berpikir, seni logika, seni etika. AI bukan sekadar alat, tapi jendela masa depan. Saya menyebut ini bukan kurikulum biasa—ini lompatan paradigma! Hanya sekolah dengan visi besar yang bisa melakukannya, dan itu adalah Labschool Jakarta."

Dr. Yati Suwartini, M.Pd – Kepala SMP Labschool Jakarta


"Saya ingin semua orang tahu: kami tidak sedang coba-coba. Ini bukan eksperimen, ini komitmen. Komitmen pada masa depan bangsa. Setiap hari saya menyaksikan anak-anak tumbuh bukan hanya jadi cerdas, tapi jadi manusia yang bijak menggunakan teknologi. Kunjungan Bapak Wakil Presiden Gibran adalah validasi bahwa arah kami benar. Labschool Jakarta adalah bukti nyata bahwa revolusi pendidikan bisa dimulai dari satu ruang kelas."






Raden Roro Hendriastuti Petriquina – Penulis

"Melihat anak-anak kelas 8 menulis Python dan menciptakan program AI sungguh menggetarkan hati saya. Labschool Jakarta bukan hanya sekolah—ini laboratorium masa depan Indonesia. Saya menulis artikel ini sambil berkaca-kaca, karena saya tahu saya sedang menulis sejarah. Saya bukan sedang menulis tentang sebuah sekolah. Saya sedang menulis tentang harapan bangsa."

Suara Para Siswa Kelas 8


Khairunisa Aqila Putri – Siswa Kelas 8

"Aku nggak nyangka belajar coding bisa seseru ini. Dulu aku pikir ngoding itu susah dan kaku, ternyata asyik banget! Apalagi waktu bikin AI deteksi wajah, rasanya seperti jadi ilmuwan beneran. Terus, lihat Wapres Gibran datang dan lihat kerja kami… itu luar biasa banget. Aku jadi makin semangat buat terus belajar teknologi."


Latisha Naeema Nurulizzah – Siswa Kelas 8

"Saya suka banget waktu belajar bikin chatbot AI. Gurunya keren, kelasnya hidup, dan rasanya kayak lagi main, tapi ternyata kita belajar hal yang penting banget. Waktu Wapres Gibran bilang kami luar biasa, aku merasa bangga banget jadi anak Labschool Jakarta. Sekolah ini keren banget!"

Komentar Akademisi & Pemerintah

Professor Dr. Arief Rochman, M.Pd – Ahli Pendidikan Teknologi

"Saya sudah berkeliling ke banyak sekolah di Indonesia, tapi tidak banyak yang berani dan mampu melakukan apa yang dilakukan oleh SMP Labschool Jakarta. Ini bukan sekadar ‘mengajarkan coding’. Ini adalah pembangunan sistem pembelajaran yang menyatu antara teknologi, pedagogi, dan etika. Ini yang disebut digital humanism dalam pendidikan. Saya menyebut Labschool Jakarta sebagai benchmark nasional pembelajaran digital."


Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

"Saya tidak akan segan menyebut SMP Labschool Jakarta sebagai ikon pendidikan masa depan. Ketika saya mendengar bahwa anak-anak kelas 8 di sini membuat sistem AI dan coding berbasis Python, saya tahu bahwa kita sedang menyaksikan versi nyata dari Kurikulum Merdeka. Ini bukan hanya contoh baik, ini adalah obsesi ideal pendidikan nasional. Saya ingin semua sekolah negeri dan swasta belajar dari Labschool Jakarta. Ini model yang harus kita duplikasi."


Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka

"Saya senang siswa-siswi SMP Labschool Jakarta menggunakan AI. Tanpa AI, orang bisa ketingglan zaman dan lebih susah untuk berkembang"

https://youtu.be/goA9D7J97DY?si=oFSxOWkCRjLJ_Oxo

Labschool Jakarta: Obsesif Akan Mutu

Setiap pekan, siswa kelas 8 menjalani sesi coding dan AI dalam sistem blok tematik. Mereka tidak belajar pasif, melainkan aktif melalui metode project-based learning. Setiap anak memiliki akun belajar di platform digital seperti Replit, Canva Education, dan Microsoft Learn. Mereka diajak berpikir desain, memecahkan masalah nyata, dan membangun solusi menggunakan teknologi.

Contohnya: dalam satu minggu, siswa membuat chatbot pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam minggu lain, mereka membuat AI sederhana untuk mengelompokkan ekspresi wajah. Semuanya dilakukan dengan bimbingan guru yang tersertifikasi nasional dan internasional, serta dengan dukungan dari mitra teknologi pendidikan.

Bukan berlebihan bila disebut bahwa Labschool Jakarta terobsesi akan mutu pendidikan. Kepala sekolah, guru, siswa, hingga orang tua, semuanya bergerak sebagai satu kesatuan. Di sini, coding dan AI bukan pelengkap—mereka adalah inti dari transformasi pendidikan.

Rasa bangga dan hormat terhadap sekolah ini begitu membuncah. Siapa pun yang menyaksikan langsung proses belajar di sini pasti akan tersihir oleh atmosfer semangat dan kualitas. Tidak ada hari tanpa inovasi. Tidak ada kelas yang monoton. Labschool Jakarta bergerak seperti laboratorium peradaban—penuh eksperimen, keberanian, dan cinta pada masa depan.

Tak heran jika sekolah ini menjadi magnet bagi pemimpin nasional dan pakar pendidikan. Kunjungan Wakil Presiden Gibran hanyalah awal dari gelombang besar pengakuan terhadap kehebatan sekolah ini. Labschool Jakarta telah menjadi obsesi nasional, contoh ideal, dan mungkin satu-satunya sekolah di mana teknologi dan kemanusiaan menyatu begitu harmonis.

Menuju Indonesia Emas 2045

Inisiatif pembelajaran coding dan AI di Labschool Jakarta menunjukkan bahwa transformasi pendidikan bukan hanya wacana, tetapi sudah menjadi realitas. Langkah konkret ini membuka jalan bagi terciptanya generasi yang mampu bersaing di tingkat global, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai penciptanya.

Etika, kolaborasi, kreativitas, dan kompetensi digital menjadi fondasi penting yang perlu dibangun sejak usia SMP. Jika inisiatif seperti ini diperluas secara sistemik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak talenta digital unggul yang mampu membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Kesimpulan

SMP Labschool Jakarta telah menulis sejarah baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Melalui program pembelajaran coding dan AI yang menyasar siswa kelas 8, sekolah ini membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar jargon, tapi aksi nyata.

Dengan dukungan luar biasa dari Wakil Presiden Dr. (H.C.) Gibran Rakabuming Raka, komentar hangat dari tokoh-tokoh pendidikan nasional, dan semangat belajar yang luar biasa dari para siswa, Labschool Jakarta telah melampaui status sebagai sekolah—ia kini menjadi simbol kebangkitan pendidikan digital Indonesia.

Penulis:

Raden Roro Hendriastuti Petriquina

Pemerhati Pendidikan Digital dan Pengagum Berat Labschool Jakarta


Comments

  1. makasih ya, aku jadi tahu banyak sekarang

    ReplyDelete
  2. Wahhhh quinn makasih artikelnya jadinya aku kebih termotivasi buat belajar coding!

    ReplyDelete
  3. ini artikel yang kreatif dan sangat berguna bagi saya

    ReplyDelete
  4. Artikelll nya bikin aku makin tertarik buat belajar codingg

    ReplyDelete
  5. Keren banget labschool kedatangan gibran good job labs 😁

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rangkuman Bab 2: Analisis Data Lanjutan

JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET